Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Enrekang Sulawesi-Selatan, tahun ini bertekad membenahi infrastruktur pendukung sektor pertanian sebagai upayanya untuk mendukung laju pertumbuhan agrobisnis, karena sebagian besar msyarakat menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut.Menurut Kadis Distambun Kabupaten Enrekang, Baharuddin Santiago, salah satu faktor paling menentukan pertumbuhan agrobisnis adalah terpenuhinya akses untuk kelancaran lalu lintas hasil pertanian, perkebunan ke pasar-pasar tradisional maupun ke Terminal Agro Cece Enrekang. “Program perbaikan jalan tani dengan estimasi anggaran mencapai Rp7,6 miliar telah diusulkan dan jika disetujui pemerintah pusat, maka dapat dipastikan hasil panen petani yang selama ini terkendala kesulitan  angkutan sudah dapat diminimalkan,” kata Baharuddin Santiago di kantornya, Panjang jalan yang bakal dibenahi dalam usulan tersebut berjarak sekitar 35,3 kilometer, dan tersebar di sejumlah jalan tani di pada 12 kecamatan yang ada. “Tahun ini, kita memang ingin pengerasan jalan tani. Jadi bukan lagi perintisan seperti sebelumnya,” katanya.Selain alokasi anggaran APBD Kabupaten Enrekang, bantuan infrastuktur jalan tani juga telah diajukan ke Ditjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian. Tujuannya, agar distribusi komoditi pertanian lokal dari petani bisa semakin lancar. Ini jelas akan berpengaruh pada kesejahteraan petani. “Semakin bagus infrastruktur, maka cepat atau lambat pertumbuhannya juga akan semakin bagus,” imbuhnya.Tak hanya itu, tahun ini Distanbun juga fokus pada penuntasan program prioritas lainnya. Seperti rehabilitasi irigasi dan pengadaan bibit berkualitas serta alat-alat penunjang pertanian.”Ada juga pembangunan beberapa unit embung-embung yang diusulkan. Mudah-mudahan kesejahteraan petani nantinya juga akan semakin baik,” katanya.