Hasil estimasi yang dilakukan tim Pemkab Enrekang untuk mengkalkulasi biaya perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Tungka ke Dusun Galung mencapai Rp10 miliar.
Jembatan ini mengalami kerusakaan parah saat aliran sungai Saddang meluap beberapa waktu yang lalu. Dengan tingginya biaya perbaikan ini, pemkab akan mengupayakan agar bisa mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat. Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung, mengatakan pihaknya sementara melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat. “ Kita sudah mendapat lampu hijau dari pusat,” kata Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung saat memberikan sambutan di Mesjid Suhada Galung di kegiatan Safari Ramadhan. Di kesempatan itu, La Tinro kembali memantau kerusakan jembatan serta melewatinya dengan berjalan kaki didampingi beberapa kepala SKPD dan unsur muspida. Menurutnya, kerusakaan jembatan diakibatkan terbelahnya aliran air sungai menjadi dua bagian sehingga menghantam tiang penyangga jembatan. “Jika perbaikan hanya dengan menambah tiang di tengah, justru bukan solusi, sebab arus tetap saja pasti menghantam,” kata La Tinro. Selain memantau jembatan, di kesempatan itupula ia bersama rombongan melihat kondisi pertanian komoditi jagung warga yang mengalami kekeringan. Terkait hal ini, La Tinro memerintahkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Baharuddin Santiago untuk menyediakan bibit jagung gratis kepada petani yang ada di Wilayah Enrekang Utara untuk mengganti hasil panen yang buruk akibat kemarau yang membuat petani banyak yang merugi. “Hal ini perlu dilakukan segera mengingat kemarau saat ini banyak membuat jagung petani kering sebelum panen,” tandas La Tinro.