Jalan lingkar yang berada di Desa Talubamba, segera ditingkatkan. Jalan masuk Provinsi Sulsel tersebut, juga telah dianggarkan sebesar Rp5 miliar, untuk rehab dan peningkatan kapasitas jalan.Hal itu diungkapkan Bupati Enrekang, La Tinro, saat menghadiri pesta panen di Desa Tallubamba. Dalam pesta panen itu, bupati juga mengadakan pengundian hadiah yang diperuntukkan bagi warga. Mulai dari rice cooker, kipas angin, televisi, dispenser dan segala macam kebutuhan warga.”Budidaya jagung menggembirakan ini, modal bagi desa untuk lebih maju sehingga tercpta kesejahteraan. Tahun inipula, jalan yang melintas berbagai desa termasuk Tallubamba disediakan Rp5 miliar dari Pemprov Sulsel untuk ditingkatkan,” kata Bupati La Tinro.Jalan poros lingkar utara menuju perbatasan Kabupaten Enrekang-Pinrang, semakin padat dengan transportasi antar daerah. Perkembangan yang meningkat di kawasan itu, sejauh ini dibenahi tapi invasi infrastruktur jalan lebih berperan penting. Sebutlah sepanjang jalur utara melalui beberapa desa produktif, yakni Desa Papi, Desa Banawa, Desa Tallubamba dan Surakan. Bupati La Tinro, setuju jika kawasan itu menjadi sentra baru pertanian dan perkebunan Enrekang non hortikultura. ”Menjadikan jalan lintas utara ini produktif membuka lowongan kerja bagi masyarakat dan banyak membawa manfaat bagi perkembangan yang pesat,” katanya.

Dua bangunan baru di lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Enrekang, Selasa kemarin, dikunjungi Sekda Enrekang HM Amiruddin.Usai melakukan kunjungan, Amiruddin mengaku kualitas hasil pembangunan bantuan pemerintah pusat tersebut cukup bagus dan akan segera difungsikan. “Dalam waktu dekat ini akan segera difungsikan, rencananya 2 gedung baru ini akan dijadikan ruang kerja para Kepala bagian serta Unit Layanan Pengadaan barang dan jasa,” bebernya. Dijelaskannya, agar ruang kerja di sekretariat daerah tidak terlihat sempit maka para kepala bagian akan kita pindahkan ke gedung baru, ruang kerja kepala bagian (kabag) sebagaian akan diisi 3 staf ahli Pemkab Enrekang yang memang selama ini belum memiliki ruang kerja yang repesentatif. Ditambahkannya, untuk gedung kantor pendidikan yang diresmikan oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo saat resepsi HUT Kabupaten Enrekang sudah difungsikan sementara rumah jabatan wakil bupati belum digunakan karena masih perlu dilengkapi dengan sarana pendukung seperti kursi dan meja.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Enrekang. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Enrekang ke-52 yang dilaksanakan di lapangan Sepak Bola Abu Bakar Lambogo, Minggu, 19 Februari 2012. Pada perayaan tersebut, gubernur melakukan jalan santai dan meninjau sejumlah ruas jalan dan jembatan yang belum rampung. Selain hal tersebut, gubernur juga  berharap agar ada investor yang akan siap mengembangkan pembangkit tenaga listrik di Kabupaten Enrekang.Melalui Program Gerakan Terpadu Pembangunan Desa yang merupakan pendorong utama pembangunan desa di Kabupaten Enrekang telah mendapatkan anggaran senilai Rp 43 miliar lebih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. (lebih…)

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Enrekang Sulawesi-Selatan, tahun ini bertekad membenahi infrastruktur pendukung sektor pertanian sebagai upayanya untuk mendukung laju pertumbuhan agrobisnis, karena sebagian besar msyarakat menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut.Menurut Kadis Distambun Kabupaten Enrekang, Baharuddin Santiago, salah satu faktor paling menentukan pertumbuhan agrobisnis adalah terpenuhinya akses untuk kelancaran lalu lintas hasil pertanian, perkebunan ke pasar-pasar tradisional maupun ke Terminal Agro Cece Enrekang. “Program perbaikan jalan tani dengan estimasi anggaran mencapai Rp7,6 miliar telah diusulkan dan jika disetujui pemerintah pusat, maka dapat dipastikan hasil panen petani yang selama ini terkendala kesulitan  angkutan sudah dapat diminimalkan,” kata Baharuddin Santiago di kantornya, Panjang jalan yang bakal dibenahi dalam usulan tersebut berjarak sekitar 35,3 kilometer, dan tersebar di sejumlah jalan tani di pada 12 kecamatan yang ada. “Tahun ini, kita memang ingin pengerasan jalan tani. Jadi bukan lagi perintisan seperti sebelumnya,” katanya. (lebih…)

Empat daerah di kawasan Ajatappareng, yaitu Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang mendapat bantuan dana pembangunan perumahan swadya dari Kantor Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).Selain keempat daerah di Ajatappareng, ada sembilan daerah lainnya, yaitu Pangkep, Bone, Jeneponto, Makassar, Gowa, Takalar, Bantaeng, Maros dan Bulukumba. Bantuan dana pembangunan perumahan untuk warga miskin ini, difasilitasi anggota Komite II DPD RI, H Bahar Ngitung. Kebetulan, komite II membidangi masalah infrastruktur, termasuk pemukiman. Bahar juga memfasilitasi para kepala dinas tata ruang masing-masing kabupaten kota, termasuk Wakil Bupati Pangkep, Abd Rahman Assegaf, dan Wakil Bupati Pinrang, Kaharuddin, bertemu dengan Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Jamil Ansari, di Kantor Kemenpera, Kamis, 2 Februari. Pada kesempatan tersebut, Jamil Ansari mengungkapkan, untuk tahun ini ada tambahan kuota untuk bantuan perumahan swadaya. Kuota tahun ini sebut Jamil, sebanyak 105 ribu unit. Pada 2010 lalu sebut dia, dana yang tersedia hanya cukup untuk 22 ribu unit yang dibagi seluruh Indonesia. Pada 2011 sebut dia, sudah bertambah menjadi 50 ribu unit, dan selesai dalam waktu dua bulan. Dari 105 ribu unit tersebut, Jamil menjanjikan 500 unit untuk setiap daerah di Sulsel. (lebih…)

Menurut legislator Golkar  Nurman Amir, program kunjungan kerja ke desa dengan cara bersepeda merupakan program briliant dari bupati untuk lebih mengenal hasil pembangunan serta keinginan masyarakat desa. “Kami mendukung kegiatan bersepada bupati dengan para pimpinan SKPD, supaya mereka bisa merasakan akses jalan di daerah kami, biar para pimpinan SKPD merasakan susahnya warga terpencil merasakan akses transportasi. Kalau hanya naik mobil, mereka tidak bisa terlalu merasakannya, makanya kami dukung kegiatan bersepeda ke desa,” katanya. Ditambahkannya, kehadiran langsung para pimpinan SKPD juga diharapkan agar mereka bisa melihat langsung hasil pembangunan serta bertatap muka dengan warga  kegiatan bersepeda yang intens dilakukan Bupati dan jajarannya kini menimbulkan pro kontra. (lebih…)

Upaya maksimal Pemkab Enrekang membangun infrastruktur jalan sepertinya harus lebih digenjot lagi. Pasalnya,infrastruktur jalan tampaknya masih menjadi masalah utama yang perlu mendapat  perhatian. Baik jalan raya maupun jalan desa.Itu terungkap dari hasil survei yang digelar Celebes Research Centre (CRC)  periode Desember 2011.Menurut Direktur CRC, Herman Heizer, 47 persen warga menyebut masalah infrastruktur sebagai problem paling mendesak yang mesti mendapat perhatian pemkab.”Dari 47 persen itu, 33, 2 persen responden menyebut infrastruktur jalan sebagai hal paling mendesak disusul air bersih, 4,9 persen, jaringan listrik, 2,7 persen, jaringan telekomunikasi 1,2 persen, dan infrastruktur lainnya, 4,9 persen,” kata Herman melalui rilisnya, Rabu (11/1/2011) serta keluhan langsung dari masyarakat terutama daerah sarana infrastruktur jalannya belum memadai sehinggah menghambat perekonomian di masyarakat karena tersendatnya disribusi barang kelaur daerah kecamatan seperti yang terjadi di Kecamatan Curio.Masalah mendesak lainnya adalah ekonomi. (lebih…)